You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
Ratusan Tanaman di 4 Flyover di Jaktim Meranggas
photo Nurito - Beritajakarta.id

Tanaman di Empat Flyover di Jaktim Mengering

Diduga karena musim kemarau serta minimnya perawatan, ratusan tanaman yang ditanam di pot dan berada di empat flyover di Jakarta Timur, kondisinya mati mengering.

Harusnya unit terkait rutin menyiram agar tanaman tetap terawat

Pantauan Beritajakarta.com di lapangan, empat flyover yang tanamannya mati itu adalah flyover Pondok Kopi, Pondok Bambu dan Buaran. Dari empat flyover tersebut, terbanyak terdapat di flyover Pondok Kopi yang panjangnya kurang lebih 200 meter.

Sedangkan di flyover Buaran dan Klender, jumlah tanamannya hanya sedikit. Namun seluruhnya juga mati di dalam pot berukuran besar.

Pembangunan RPTRA Cililitan Terus Dikebut

Benhardi (35), warga Pondok Kopi menyayangkan banyaknya tanaman yang mati di flyover Pondok Kopi. Menurutnya, jika tanaman disiram secara rutin pagi dan sore, kemungkinan tidak akan mengalami kekeringan dan mati. 

"Kalau rutin disiram, pagi dan sore, saya yakin tidak banyak begini tanaman yang mati. Harusnya unit terkait rutin menyiram agar tanaman tetap terawat," ujar Benhardi.

Kepala Suku Dinas Pertamanan dan Pemakaman Jakarta Timur, Agustin Pujiastuti, saat dihubungi via ponselnya, tidak memberikan jawaban. Demikian halnya saat dikirimi pesan singkat maupun WhatsApp, yang bersangkutan tidak memberikan jawaban.

Camat Duren Sawit, Abu Bakar saat dihubungi via ponselnya mengaku sedang rapat dan enggan memberikan jawaban terkait hal tersebut. "Maaf saya sedang rapat." tandas Abu Bakar.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Ini Sembilan Lokasi Pesta Rakyat HUT Kemerdekaan RI di Jakut

    access_time07-08-2026 remove_red_eye1182 personAnita Karyati
  2. Kelurahan Tanjung Duren Selatan Panen 14 Kilogram Sayuran

    access_time04-08-2026 remove_red_eye1156 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Legislator Dukung Pengalihan Transportasi Kepulauan Seribu ke Transjakarta

    access_time10-08-2026 remove_red_eye941 personFakhrizal Fakhri
  4. Pelaku Usaha Ikan Hias Dilatih Budi Daya Ramah Lingkungan

    access_time04-08-2026 remove_red_eye923 personAnita Karyati
  5. Pemerintah Pusat Tak Perlu Takut Beri Ruang Penerbitan Obligasi Daerah, Ini Alasannya

    access_time09-08-2026 remove_red_eye843 personBudhi Firmansyah Surapati